Dua setengah bulan lalu, saat Bitcoin masih diperdagangkan di sekitar US$63.000 dan pasar sibuk berdebat apakah level US$60.000 sudah menjadi dasar siklus, seorang trader veteran berusia 51 tahun di dunia trading mengambil posisi yang jarang dilakukan analis mana pun: ia menyebut tanggal persisnya. “I’ll go out on a limb and say we bottom on October 4th. So we’ll see,” kata Peter Brandt dalam wawancara dengan Cointelegraph untuk program Trade Secrets, seperti dikutip Cointelegraph dan dirangkum Bitbo.
Tanggal itu adalah hari ini. Pada 4 Oktober 2026, Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$84.700 — sekitar Rp1,51 miliar per koin — menurut data harga langsung CoinGecko, setelah penutupan 3 Oktober di US$84.631. Angka tersebut berada sekitar 69 persen lebih tinggi dari batas atas rentang US$40.000–US$50.000 yang Brandt sebut sebagai zona dasar siklus. Dengan kata lain, skenario yang ia gambarkan tidak terjadi — setidaknya tidak di tanggal yang ia pilih sendiri.
Tulisan ini bukan untuk menyalahkan siapa pun yang membuat proyeksi pasar. Momen ini justru berguna karena memperlihatkan satu hal yang sering terlupakan: pasar tidak bergerak mengikuti kalender, tetapi mengikuti arus dana, arah kebijakan, dan posisi terbuka para pelaku pasar. Dan bagi investor di Indonesia, ada beberapa hal yang jauh lebih layak dipantau daripada satu tanggal yang beredar di media sosial.
Apa Sebenarnya yang Diramalkan Brandt
Brandt bukan nama baru. Ia sudah berkecimpung di pasar sejak 1975, dimulai dari komoditas pertanian, dan dikenal karena membaca pola grafik klasik, bukan berita atau fundamental. Nama besarnya di dunia kripto muncul dari panggilan Januari 2018: saat Bitcoin masih di atas US$10.000, ia melihat pola double top dan menyebut harga akan jatuh di bawah US$4.000. Bitcoin menutup Desember tahun itu di bawah US$4.000.
Argumen Brandt untuk tanggal 4 Oktober 2026 dibangun dari satu pola historis yang sederhana, dan ia menyampaikannya apa adanya: setiap bear market besar Bitcoin sepanjang sejarahnya adalah koreksi lebih dari 80 persen. “Jika kamu mengambil puncak Bitcoin di kisaran 120-an, itu yang ditunjukkan,” ujarnya. Karena itu ia memperkirakan masih ada satu penurunan tajam lagi sebelum dasar siklus terbentuk, dengan zona high-US$40.000 hingga US$50.000 sebagai sasaran — bukan level seperti hari ini.
Alasan keduanya soal psikologi pasar. Brandt menolak anggapan bahwa US$60.000 sudah menjadi dasar, karena menurutnya sentimen saat itu masih terlalu seimbang: “Markets don’t bottom on neutral sentiment. Markets bottom on panic and volume.” Ia menambahkan bahwa orang-orang yang sekarang menyebut Bitcoin sudah mendarat justru akan menjadi pihak yang melepas asetnya sebelum dasar akhirnya terbentuk.
Yang penting dicatat, Brandt tidak anti-Bitcoin dalam jangka panjang. Ia tetap memperkirakan puncak siklus berikutnya pada 2029 di kisaran US$250.000–US$300.000, dan jika ia punya US$10.000, ia memilih membaginya 50 persen ke Bitcoin dan 50 persen ke logam mulia. Dalam unggahan di X pada Juli 2026, versi tertulis dari proyeksi yang sama menyebut low investable “dijadwalkan” pada September–Oktober 2026, dengan puncak berikutnya antara US$300.000–US$500.000 pada September–Oktober 2029, serta mencatat low Februari 2026 di US$59.957 — hasil koreksi 52 persen dari puncak Oktober 2025, seperti dirangkum TheStreet melalui AOL.
Bukan Cuma Brandt: Klaster “Oktober 2026”
Yang membuat tanggal ini terasa penting bukan hanya karena satu orang. Ada beberapa analis dengan metode berbeda yang bermuara pada bulan yang sama.
Analis on-chain Ali Martinez, dalam unggahan di X tanggal 12 Januari 2026, menyebut Bitcoin diperkirakan mencapai dasar siklus dalam sekitar 267 hari atau sekitar Oktober 2026, dengan rentang harga US$38.000–US$50.000. Ia juga menyebut 5 Oktober 2026 sebagai perkiraan tanggal dasarnya jika pola siklus 364 hari diulang. Sementara Benjamin Cowen, yang mendasarkan analisisnya pada siklus historis, menempatkan Oktober 2026 sebagai periode paling mungkin untuk dasar siklus, dengan zona harga di area high-US$50.000. Ringkasan perbandingan berbagai proyeksi ini tersedia di AltcoinBuzz. Panggilan serupa juga dilaporkan media Indonesia pada Juli 2026, ketika Bitcoin masih di US$65.188, lewat Investor Trust.
Tiga analis, tiga metode, satu bulan yang sama. Itulah yang membuat banyak orang menunggu Oktober sebagai titik balik. Dan itulah juga yang membuat perbandingan dengan data hari ini menjadi relevan.
Yang Benar-Benar Terjadi di Pasar
Data yang keluar pada 2 Oktober justru mendorong Bitcoin ke arah sebaliknya. Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan nonfarm payrolls September hanya bertambah 29.000, jauh di bawah ekspektasi 84.000–90.000, dengan tingkat pengangguran 4,2 persen. Bitcoin sempat melesat ke sekitar US$87.085 setelah data itu, lalu berbalik turun.
Pada 3 Oktober, Bitcoin berada di sekitar US$84.631, turun 1,5 persen dalam 24 jam, dengan rentang harian US$83.898–US$87.086. Penurunan itu memicu US$433,57 juta likuidasi di pasar derivatif dalam 24 jam, di mana sekitar US$321,77 juta atau 74,2 persen berasal dari posisi long — trader yang bertaruh harga naik. Lebih dari 100.000 trader terkena likuidasi, dengan satu posisi terbesar di Binance pada pasangan ETHUSDT senilai US$4,51 juta, seperti dilaporkan Crypto Times.
Perhatikan polanya: dalam dua pekan terakhir, Bitcoin sudah dua kali mencoba menembus area US$87.000 dan dua kali ditolak. Jadi bukan pasar yang panik dan menjual habis-habisan seperti yang ditunggu Brandt, melainkan pasar yang euforia lalu kehabisan tenaga. Data sentimen pada 3 Oktober menegaskan itu: Fear & Greed Index di angka 67 (Greed), turun dari 72 sehari sebelumnya, RSI harian 83,2 alias overbought, dominasi Bitcoin 58,7 persen, dan MVRV 1,02 — semuanya dirangkum Crypto Cycle Index. Sekilas, kondisi ini justru lebih cocok dengan skenario koreksi sehat ketimbang dengan babak akhir sebuah bear market.
Data yang Membuat Skenario Itu Tidak Terjadi
Kalau dasar siklus tidak muncul di tanggal yang diramal, apa yang berubah? Ia tidak digantikan oleh sentimen, tapi oleh dana yang benar-benar masuk.
Pertama, ETF. ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat inflow bersih US$2,65 miliar sepanjang September 2026 — tertinggi kedua sejak Oktober 2025, setelah US$3,52 miliar pada Agustus. Inflow berjalan sembilan hari berturut-turut dari 17 hingga 29 September sebelum akhirnya berbalik keluar US$148,7 juta pada 30 September, seperti dilaporkan CryptoTicker mengutip data SoSoValue, dengan rincian harian di Simple Mining.
Kedua, target institusi. Pada 1 Oktober, Citigroup menaikkan target harga Bitcoin 12 bulan dari US$82.000 menjadi US$113.000, dan target Ethereum dari US$2.240 menjadi US$3.028. Bank itu memperkirakan sekitar US$5 miliar dana masuk ke produk investasi kripto dalam 12 bulan ke depan, dengan pola yang disebutnya “slower but stickier” — lebih lambat, tapi lebih bertahan. Rinciannya ada di Indodax Academy.
Ketiga, momentum. Bitcoin menutup kuartal III 2026 dengan kenaikan 43,1 persen, dan sejak 19 Agustus 2026 sudah menguat sekitar 29,8 persen, menurut data The Kobeissi Letter yang dikutip Indodax Academy.
Keempat, pembacaan on-chain. Pada 25 Agustus 2026, CryptoQuant menyatakan regime pasar Bitcoin sudah beralih ke bull. Bull Score mereka melompat dari 30 ke 80 hanya dalam sepekan — perubahan tercepat dalam setahun — dengan satu syarat konfirmasi: harga harus menembus moving average 365 hari di sekitar US$83.000. Harga hari ini berada di atas level itu, seperti dilaporkan Incrypted.
Kelima, produk dan aturan baru. Pada 2 Oktober 2026, SEC menyetujui pencatatan ETP berleverage 3x untuk Bitcoin, Ether, emas, perak, minyak mentah, dan gas alam — produk dari Volatility Shares yang diajukan di bawah Securities Act of 1933, menurut analis ETF Bloomberg Eric Balchunas, seperti dilaporkan KuCoin dan BTCC. Di hari yang sama, Ketua SEC Paul Atkins mengajukan kerangka kustodian kripto yang memberi penasihat investasi dan dana jalur patuh untuk memegang aset kripto, sebagaimana dirangkum dalam pembaruan pasar 3 Oktober.
Kesimpulan yang bisa diambil: koreksi 80 persen seperti yang dibayangkan Brandt membutuhkan kejutan likuiditas, bukan sekadar berlalunya waktu. Selama ETF masih menyerap pasokan dan produk baru terus dibuka, harga cenderung bergerak dalam rentang lebar, bukan jatuh bebas.
Sisi Indonesia: Kurs, Bunga, dan Aturan yang Berlaku
Bagi kamu yang memantau dari Indonesia, Bitcoin tidak berdiri sendiri. Ada dua variabel yang bergerak bersamaan: harga dalam dolar dan nilai tukar rupiah.
Kurs acuan JISDOR Bank Indonesia pada 1 Oktober 2026 berada di Rp17.937 per dolar AS, naik dari Rp17.877 pada 30 September, seperti tercatat di halaman resmi BI. Di pasar spot, rupiah ditutup menguat 84 poin atau 0,47 persen ke Rp17.882 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp17.966, menurut laporan ANTARA. Dengan kurs di kisaran Rp17.880–Rp17.940, satu bitcoin setara sekitar Rp1,51 miliar.
Kebijakan moneter domestik masih fokus pada stabilisasi nilai tukar. Dalam Rapat Dewan Gubernur 22–23 September 2026, Bank Indonesia memutuskan menahan BI-Rate di 5,75 persen, dengan Deposit Facility 4,75 persen dan Lending Facility 6,50 persen, seperti dilaporkan detikFinance. Artinya, pergerakan harga Bitcoin dalam rupiah tetap dipengaruhi dua hal sekaligus: arah pasar global dan arah kurs.
Dari sisi jumlah pemain, pasar domestik sudah besar. OJK mencatat 22,93 juta akun konsumen aset kripto per Juli 2026, dengan nilai transaksi Januari–Juli 2026 sekitar Rp171,12 triliun, seperti dirangkum Investor Trust. Perlu diingat satu hal mendasar: aset kripto di Indonesia legal untuk dimiliki dan diperdagangkan, tetapi bukan alat pembayaran yang sah. Rupiah tetap satu-satunya mata uang legal untuk transaksi.
Soal pajak, aturannya sudah sederhana. Penjualan aset kripto melalui pedagang aset keuangan digital dalam negeri dikenai PPh Pasal 22 final 0,21 persen dari nilai transaksi, sementara transaksi lewat penyelenggara luar negeri dikenai 1 persen — dan PPh luar negeri yang sudah dipotong di yurisdiksi lain tidak bisa dikreditkan. Sejak 1 Agustus 2025, penyerahan aset kripto tidak lagi dikenai PPN. Pajaknya dihitung dari nilai transaksi, bukan dari laba, dan di platform dalam negeri dipotong otomatis. Penjelasan lengkapnya ada di DDTCNews. Konsekuensi praktisnya: kalau kamu memilih platform luar negeri, kewajiban setor dan lapor ada di tanganmu sendiri.
Bagi investor Muslim, kerangka syariahnya juga sudah jelas. Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid menempatkan aset kripto sebagai harta bernilai yang sah untuk diinvestasikan, tetapi bersifat muqayyad atau terikat: tidak boleh dipakai sebagai alat pembayaran, dan tidak boleh melewati mekanisme yang diharamkan seperti futures, margin trading, short selling, serta pump-and-dump. Karena itu, investasi kripto bisa menjadi haram bila syarat itu dilanggar. Fatwa DSN-MUI No. 140/DSN-MUI/XI/2021 menjadi rujukan pelengkapnya, seperti dirangkum Hukumonline. Relevansinya dengan topik hari ini sederhana: seluruh permainan “bertaruh pada satu tanggal” dengan leverage dan posisi short memang sudah di luar batas bagi investor Muslim sejak awal.
Terakhir soal eksekusi. Indodax dan Tokocrypto menyediakan pasangan langsung BTC/IDR, jadi kamu tidak perlu mengubah rupiah ke USDT lebih dulu untuk masuk atau keluar posisi. Satu konversi lebih sedikit berarti satu lapis biaya lebih sedikit — dan itu lebih berpengaruh pada hasil akhirmu daripada menebak tanggal dasar siklus.
Level dan Katalis yang Lebih Layak Dipantau
Kalau bukan tanggal, apa yang layak dijadikan patokan? Secara teknikal, Bitcoin menghadapi resistance awal di US$84.972, disusul US$87.400 — level yang sudah dua kali menolak harga. Di sisi bawah, penopang penting berada di area exponential moving average mingguan: EMA 50 minggu di US$78.004 dan EMA 100 minggu di US$78.713. Penutupan mingguan di bawah US$78.004 membuka ruang menuju sekitar US$74.500, seperti dipaparkan Indodax Academy.
Dari sisi jadwal, ada dua agenda yang jauh lebih menentukan daripada ramalan tanggal mana pun. Pertama, rilis CPI Amerika Serikat pada 14 Oktober 2026. Kedua, rapat FOMC pada 27–28 Oktober 2026, di mana pasar prediksi memberi peluang sekitar 82–88 persen untuk suku bunga ditahan di rentang 3,75–4,00 persen, seperti tercermin di MacroOdds dan pelacak pasar prediksi Kalshi. Sebagai pembanding jangka panjang, target Citigroup di US$113.000 untuk 12 bulan ke depan adalah angka yang bisa dipakai sebagai patokan institusi, bukan sebagai janji.
Tiga Hal Praktis
Pertama, perlakukan ramalan tanggal sebagai skenario, bukan jadwal. Brandt sendiri menyebut metode kerjanya sebagai studi probabilitas, bukan ramalan. Masalahnya, ketika satu tanggal menjadi viral, yang tersisa di ingatan orang adalah tanggalnya, bukan syarat-syaratnya. Padahal syarat itu jelas: koreksi di atas 80 persen, panik, dan lonjakan volume. Hari ini, tidak satu pun dari tiga syarat itu terpenuhi.
Kedua, tentukan ukuran posisi dan titik keluar sebelum harga bergerak. Data 3 Oktober memberi pelajaran konkret: US$321,77 juta dari total US$433,57 juta likuidasi berasal dari posisi long. Artinya, kerugian terbesar datang dari orang yang masuk karena yakin arah harga, bukan dari orang yang yakin dengan ukuran posisinya. Kalau kamu menggunakan leverage, ingat bahwa batas toleransi dan mekanisme produk berbeda di setiap platform — dan sebagian mekanisme itu, seperti futures dan margin, berada di luar kerangka syariah.
Ketiga, gunakan kerangka lokal sebagai pengaman. Pajak PPh final 0,21 persen dihitung dari nilai transaksi, kurs rupiah menentukan nilai akhir dalam dompetmu, dan pengawasan aset kripto kini berada di bawah OJK sebagai aset keuangan digital. Tiga hal ini nyata dan bisa dihitung hari ini, sementara satu tanggal di kalender belum tentu berarti apa pun.
Empat Oktober 2026 akhirnya hanya menjadi tanggal biasa di grafik: satu hari ketika Bitcoin bertahan di sekitar US$84.700. Pelajarannya bukan bahwa seorang analis veteran salah, tetapi bahwa pasar punya jadwalnya sendiri — dan yang bisa kamu kendalikan bukan jadwal itu, melainkan keputusanmu sendiri sebelum harga bergerak.
🚀 Siap Memulai?
Platform ramah pemula Indonesia 👋 Daftar Binance dengan kode referral HERMESS dan mulailah perjalanan kripto Anda!
⚠️ Konten ini hanya untuk tujuan informasi, bukan saran investasi. Investasi kripto memiliki risiko tinggi — harga dapat berfluktuasi secara drastis. Selalu lakukan riset sendiri (DYOR).
🔥 Trading di Bybit Juga
Bybit adalah exchange top-3 global. Daftar dengan kode 7LMZ0G untuk diskon biaya trading!
Daftar Bybit →⚠️ Investasi kripto memiliki risiko tinggi. Selalu lakukan riset sendiri (DYOR).
