Dalam satu jam. Bukan satu hari, bukan satu pekan — satu jam. Sekitar US$403,58 juta posisi long berleverage di pasar kripto dihapus dalam waktu kurang dari 60 menit, dan total korban dalam 24 jam menembus US$554,76 juta. Sebanyak 101.831 akun trader terlikuidasi, dan hampir seluruhnya adalah mereka yang bertaruh harga akan naik.
Peristiwanya terjadi Rabu (7/10/2026) waktu Amerika Serikat, atau Kamis dini hari WIB. Bitcoin tergelincir di bawah US$84.000, menyentuh titik terendah di kisaran US$83.550–83.648, lalu bertahan di sekitar US$84.286. Dalam rupiah — memakai kurs e-Rate BCA Rp17.925 per dolar AS per 6 Oktober 2026 — level US$83.550 setara dengan sekitar Rp1,50 miliar per koin, dan nilai likuidasi 24 jam itu setara kurang lebih Rp9,94 triliun.
Ini bukan kejadian pertama, dan hampir pasti bukan yang terakhir. Tapi angka hari ini layak dibedah pelan-pelan, terutama karena pasar Indonesia sedang tumbuh di sisi yang justru paling berbahaya: perdagangan derivatif.
Pemicunya Bukan Kripto, tapi Minyak dan Selat Hormuz
Urutan kejadiannya penting untuk dipahami, karena penurunan kali ini tidak dimulai dari dalam pasar kripto. Pemicu pertamanya adalah eskalasi geopolitik: Iran meningkatkan serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz, jalur pelayaran yang mengangkut sebagian besar minyak mentah dunia.
Reaksinya berantai. Harga minyak Brent naik di atas US$101 per barel, imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat naik — tenor 30 tahun menyentuh kisaran 5,70 persen, tertinggi sejak 2002 — dan dolar AS menguat. Kombinasi ketiganya menekan semua aset berisiko, termasuk kripto. CoinDesk mencatat likuidasi melonjak 235 persen menjadi US$547 juta, dengan posisi Ether menyumbang US$174 juta di dalamnya.
Yang membuat penurunan kali ini terasa brutal bukan besarnya pergerakan harga, melainkan besarnya leverage yang menumpuk di pasar. Bitcoin hanya bergerak turun sekitar 1,7–2,1 persen dalam 24 jam. Tapi dengan posisi yang dibuka long 20x, 50x, bahkan 100x, pergerakan segitu sudah cukup untuk menghapus margin.
Mengapa 87,8 Persen Korban Adalah Posisi Long
Data CoinGlass menunjukkan komposisi yang sangat timpang. Dari total US$554,76 juta likuidasi dalam 24 jam, US$487,02 juta (87,8 persen) berasal dari posisi long — mereka yang bertaruh harga naik. Analisis BeInCrypto Indonesia bahkan mencatat bahwa 98 persen dari likuidasi long empat jam (US$412,99 juta) terjadi dalam satu jam terakhir saja, dan lonjakan satu jam itu setara hanya 0,27 persen dari total open interest.
Ini pelajaran pertama: keruntuhan tidak perlu skala besar untuk terasa mematikan. Cukup 0,27 persen open interest yang dipaksa keluar, dan harganya sudah bergerak cukup jauh untuk memicu gelombang berikutnya. Ini yang disebut cascade — likuidasi memicu penurunan, penurunan memicu likuidasi baru.
FXStreet mencatat 101.831 trader terlikuidasi, dengan 90,54 persen posisi BTC adalah long. Artinya mayoritas pasar sebelumnya terlalu yakin pada arah naik. Ketika semua orang berada di sisi yang sama, tidak butuh banyak penjual untuk merobohkan seluruh struktur.
Analisis Indodax Academy menyebut pemicunya kombinasi tekanan makro dan likuidasi besar di pasar derivatif. Yang perlu dicatat, kerugian tidak berhenti di Bitcoin: Ether diperdagangkan sekitar US$2.618, XRP US$1,47, Solana US$118,80, dan Dogecoin turun 4,5 persen ke US$0,0906. Token Optimism (OP) turun sekitar 10 persen setelah jaringan Abstract dari Pudgy Penguins menjadi layer-2 Ethereum kedua yang ditutup dalam sepekan.
Menarik juga apa yang ditemukan Lookonchain dan dikutip KuCoin: empat dompet di Hyperliquid membuka posisi short BTC 40x sebelum penurunan terjadi. Entah kebetulan atau bukan, posisi-posisi seperti itu mendapat hasil terbaik justru dari keruntuhan yang menimpa trader ritel.
Funding Rate: Biaya Kecil yang Diam-Diam Menggerus Modal
Kalau Anda pernah membuka posisi perpetual futures, ada satu komponen yang sering diabaikan: funding rate. Tokocrypto News menjelaskan mekanismenya dengan gamblang — funding rate dibayarkan antar-trader setiap 8 jam untuk menjaga harga kontrak tetap menempel pada harga spot.
Angkanya terlihat sepele. Funding 0,03 persen per 8 jam. Tapi mari hitung dengan contoh dari sumber itu: posisi Rp25.000.000 dengan leverage 20x, funding 0,03 persen per 8 jam, berarti sekitar Rp7.500 per 8 jam, Rp22.500 per hari, atau sekitar Rp157.500 per minggu. Sebulan, angkanya mendekati Rp700.000 — hilang tanpa jejak, meski harga hanya bergerak mendatar.
Pelajarannya: trader yang menahan posisi berleverage terlalu lama bukan hanya bertaruh pada arah harga, tapi juga membayar sewa yang naik diam-diam. Ketika funding tinggi sekaligus posisi long menumpuk, kombinasi itu justru sering menjadi tanda bahwa pasar sedang rentan pembalikan. Dan itulah yang terjadi minggu ini.
Sisi Indonesia: Derivatif Tumbuh 33,76 Persen, Regulasi Baru Sudah Jalan
Angka global itu penting, tapi cerita yang lebih relevan untuk kita ada di data dalam negeri. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi derivatif aset keuangan digital (AKD) Agustus 2026 mencapai Rp4,56 triliun, naik 33,76 persen secara bulanan dari Rp3,41 triliun pada Juli 2026. Kumulatif Januari–Agustus 2026 sudah menyentuh Rp37,09 triliun, menurut laporan Beritasatu.
Bandingkan dengan perdagangan spot: transaksi aset kripto Agustus 2026 tercatat Rp23,16 triliun, naik 12,87 persen dari Rp20,52 triliun pada Juli. Artinya, pertumbuhan derivatif hampir tiga kali lebih cepat daripada spot. Semakin banyak orang Indonesia masuk ke produk berleverage — dan itu berarti semakin banyak yang membuka diri pada jenis likuidasi yang baru saja menghapus US$554 juta di pasar global.
Sisi baiknya, kerangkanya sudah ada. Melalui POJK Nomor 23 Tahun 2025, OJK memperluas pengaturan perdagangan aset keuangan digital dengan memasukkan derivatif AKD ke dalam cakupannya. Regulasi itu mengatur mekanisme penyelenggaraan perdagangan, manajemen risiko, dan pelindungan konsumen. Salah satu pasalnya — Pasal 50 ayat (1) huruf n — mewajibkan pedagang memastikan pemisahan aset konsumen dari aset pedagang, termasuk pencatatan dan pembukuan yang bisa dipantau.
Di level teknis, PADK Nomor 3 Tahun 2026 yang mulai berlaku 1 September 2026 mengatur pelaporan penyelenggaraan perdagangan AKD, termasuk pemberitahuan aktivitas kliring, penjaminan, dan penyelesaian transaksi derivatif. Jadi aktivitas yang tumbuh 33,76 persen itu tidak berjalan di ruang gelap — ada kewajiban pelaporan yang menyertainya.
Kontekstanya tidak berhenti di dalam negeri. Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, menegaskan bahwa pemahaman terhadap mekanisme kontrak, margin, leverage, dan potensi likuidasi menjadi bagian penting sebelum konsumen bertransaksi derivatif. Pada 1 Oktober 2026, SEC Amerika Serikat juga mengajukan proposal aturan custody aset kripto bagi penasihat investasi terdaftar dan dana teregulasi — statusnya masih proposal, belum final, tapi arahnya jelas: pengelolaan aset konsumen jadi sorotan global.
Dua hal praktis untuk trader lokal. Pertama, soal izin. Hanya platform yang masuk daftar pedagang aset kripto berizin OJK yang memberi Anda perlindungan hukum. Bertransaksi di platform luar negeri yang tidak terdaftar memindahkan seluruh risiko ke pundak Anda sendiri. Kedua, soal pajak: PPN atas penyerahan aset kripto sudah dihapus lewat PMK 50/2025, dan yang berlaku adalah PPh Pasal 22 final 0,21 persen lewat pedagang dalam negeri berizin, versus 1 persen lewat platform luar negeri.
Untuk investor Muslim, garis pembeda yang umum dipakai ulama terletak pada sifat transaksinya: kepemilikan spot atas aset dengan utilitas nyata berada di posisi yang sangat berbeda dari dagang margin berleverage tinggi, yang memuat maysir dan gharar. Pertimbangan ini bukan soal untung-rugi, tapi soal pilihan cara.
Yang Pantas Dipantau Pekan Ini
Dari sisi teknis, KuCoin mengutip analis Rekt Capital: penutupan harian — atau tiga hari berturut-turut — di atas US$86.700 diperlukan untuk memvalidasi kelanjutan tren naik. Beberapa analis lain menyoroti zona support di US$83.300–84.600, area tempat sekitar 1,59 juta BTC berpindah tangan. Kalau zona itu hilang, jalan menuju US$80.000 terbuka.
Dari sisi agenda, pasar menanti data CPI 14 Oktober 2026 dan rapat FOMC 27–28 Oktober 2026. Yang terakhir itu biasanya jauh lebih menentukan arah pasar berleverage, karena perubahan ekspektasi suku bunga langsung menggerakkan dolar dan yield Treasury.
Satu lagi: harga minyak. VIV mencatat beberapa analis menilai tekanan minggu ini murni pembersihan posisi leverage, bukan perubahan fundamental. Tapi selama Brent bertahan di atas US$100, tekanan inflasi tetap ada — dan itu membatasi ruang bagi The Fed untuk melunak.
Lima Rambu Sebelum Membuka Posisi Berleverage
- Batasi leverage, jangan cari yang tertinggi. Dengan 20x, penurunan 5 persen sudah menghapus modal Anda. Dengan 3x, Anda masih punya ruang bernapas ketika pasar bergerak liar seperti minggu ini.
- Ukuran posisi lebih penting dari arah prediksi. Kalah karena analisis yang keliru masih bisa ditoleransi; kalah karena posisi terlalu besar sama dengan merelakan modal hilang dalam satu jam.
- Rencanakan jarak likuidasi sejak awal. Sebelum menekan tombol beli, hitung dulu pada harga berapa posisi Anda akan terlikuidasi — lalu putuskan apakah jarak itu realistis untuk volatilitas kripto.
- Hanya gunakan dana dingin. Sebuah posisi berleverage harus dianggap sebagai uang yang siap hilang 100 persen. Kalau angka itu membuat Anda gelisah, posisinya terlalu besar.
- Jangan kejar kerugian. Setelah terlikuidasi, godaan terbesar adalah membuka posisi baru dengan leverage lebih tinggi untuk balik modal. Justru di situ kerugian kecil berubah menjadi bencana.
Pasar kripto tidak pernah menghukum orang karena bertanya terlalu banyak, tapi sering menghukum orang karena memakai leverage tanpa tahu mekanismenya. Likuidasi US$554 juta hari Rabu bukan cerita tentang Bitcoin yang gagal — Bitcoin hanya turun kurang dari 2 persen dalam sehari. Itu cerita tentang ribuan orang yang meminjam kekuatan berlebihan untuk bertaruh pada satu arah. Data OJK menunjukkan semakin banyak orang Indonesia menempuh jalur yang sama. Yang membedakan hasil akhirnya biasanya bukan keberuntungan, melainkan apakah mereka mengukur risiko sebelum membuka posisi.
🚀 Siap Memulai?
Platform ramah pemula Indonesia 👋 Daftar Binance dengan kode referral HERMESS dan mulailah perjalanan kripto Anda!
⚠️ Konten ini hanya untuk tujuan informasi, bukan saran investasi. Investasi kripto memiliki risiko tinggi — harga dapat berfluktuasi secara drastis. Selalu lakukan riset sendiri (DYOR).
🔥 Trading di Bybit Juga
Bybit adalah exchange top-3 global. Daftar dengan kode 7LMZ0G untuk diskon biaya trading!
Daftar Bybit →⚠️ Investasi kripto memiliki risiko tinggi. Selalu lakukan riset sendiri (DYOR).
